Menakar Pilkada Provinsi Jambi 2020
Oleh : Muklisin, S.H.I,M.H* SUDAH dipastikan hanya tiga pasang yang akan maju di Pilkada Provinsi Jambi tanggal 9 Desember 2020 mendatang.
Oleh : Muklisin, S.H.I,M.H*
SUDAH dipastikan hanya tiga pasang yang akan maju di Pilkada Provinsi Jambi tanggal 9 Desember 2020 mendatang.
Padahal sebelumnya sudah banyak yang memasang baleho untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Jambi. Sebut saja H. Bakri (Anggota DPR RI) dari PAN, ada juga Ramli Taha Presiden HKK (Himpunan Keluarga Kerinci) yang juga ikut mencalonkan sebagai Gubernur Jambi.
Sementara Fasha (Walikota Jambi) yang sudah digadang-gadang akan berpasangan dengan Asafri Jaya Bakri (AJB) sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi dipastikan tidak bisa maju sebagai calon karena terganjal perahu pengusungnya.
Serunya lagi ketiga pasangan calon Gubernur Jambi semua berasal dari Jambi wilayah barat. Fachrori berasal dari Bungo, Haris berasal dari Merangin, dan Cek Endra berasal dari Sarolangun. Sementara calon yang berasal dari wilayah timur dan tengah (kota) kosong.
Gubernur Jambi incumbent, Fachrori yang sebelumnya diisukan akan berpasangan dengan Safrial (Bupati Tanjabbar 2 periode) ternyata tidak jadi.
Fachrori dengan jargon Jambi Berkah 2021-2024 akhirnya mengambil pasangan Syafril Nursal (dari Kerinci) yang berlatar belakang dari Kepolisian dengan partai pengusungnya Hanura, Gerindra dan Demokrat.
Dengan menggandeng Syafril Nursal bisa dipastikan suara Fachrori akan semakin kuat dibandingkan dengan Safrial, karena orang Kerinci dimana-mana ada. Dengan memainkan isu suku dan kedaerahan, maka orang kerinci pasti milih calonnya orang kerinci juga.
Sementara itu Haris (Bupati Merangin 2 periode) yang lebih dahulu siap mendapatkan perahu politiknya dari PKS. Haris dengan jargon Era baru menuju Jambi Mantap 2025, berhasil menggandeng Abdullah Sani (Wakil Walikota Jambi 2013-2018).
Abdullah Sani merupakan asli orang Jawa. Analisis saya kalau Abdullah Sani bisa menghidupkan mesin politiknya dengan melakukan pendekatan pada orang-orang Jawa yang ada di Jambi maka sekitar 30% orang Jawa akan memilih pasangan Haris-Abdullah Sani karena faktor kesukuan dan kedaerahan.
Kandidat yang ketiga adalah Cek Endra (Bupati Sarolangun 2 periode) yang berpasangan dengan Ratu Munawarrah (istri mantan Gubernur Jambi 2 periode alm. Zulkifli Nurdin).
Dipastikan Cek Endra dengan mengambil satu-satunya pasangan yang perempuan, maka bisa merekrut suara dari kalangan ibu-ibu dan ditambah lagi parasnya yang cantik akan menambah daya pikat pemilih Bapak-bapak dan dari kalangan millenial.
Apalagi jika ibu Ratu bisa memerankan tokoh Buk Tedjo, maka dipastikan mesin politiknya akan berjalan dengan baik dan akan mewakili suara emak-emak Jambi.
Pokoknya akan seru Pilkada Provinsi Jambi tanggal 9 Desember 2020 ini. Kita tunggu saja siapa yang berhak memakai BH 1, dan saya akan menunggu serangan fajar di Rumah saja (stay at home).
*)Pengamat Akar Rumput/Dosen IAI Yasni Bungo dan Pendiri Yayasan Anak Kita Bungo dan Penulis Aktif Buku, Pendiri SDIT - SMPIT Ad-dhuha Bungo, dan Kandidat Doktor UIN Suska.

Ari W