Kasus Pembunuhan Dosen IAKSS Bungo: Motif Cekcok dan Upaya Pelaku Mengaburkan Jejak Terungkap
BRITO.ID, BERITA BUNGO — Polisi akhirnya mengungkap kronologi di balik kasus pembunuhan terhadap Erni Yuliana (37), dosen Institut Administrasi Kesehatan Setih Setio (IAKSS) yang terbunuh ditemukan di rumahnya kontrak di BTN Al-Kautsar 7, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo. Dari hasil penyelidikan mendalam, pelaku diketahui adalah Bripda Waldi, anggota Polri aktif yang menjalin hubungan dengan korban.
Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono mengungkapkan bahwa korban dan pelaku berkenalan melalui media sosial Instagram pada April 2025, di mana korban lebih dulu mengirimkan pesan langsung (DM) kepada pelaku. Keduanya kemudian saling bertukar nomor WhatsApp pada Mei 2025 dan mulai menjalin komunikasi yang intens.
Namun, hubungan keduanya tidak berjalan mulus. Berdasarkan keterangan tersangka kepada penyidik, terjadi pemeriksaan hebat antara korban dan pelaku sebelum pembunuhan terjadi.
" Lalu ada cekcok, yaitu korban menjelek-jelekkan si tersangka. 'Kamu ini playboy, punya pacar banyak. Aku gak naksir kamu, gak suka sama kamu kalau kamu bukan polisi. Lantaran kamu polisi aja aku suka sama kamu,' begitu ucapan korban kepada pelaku,” ungkap AKBP Natalena menceritakan ucapan Erni ke Bripda Waldi seperti dikutip dari K umparan.com .
Tak berhenti di situ, korban juga disebut kembali memancing emosi pelaku dengan ucapan yang tegas.
“Korban sempat berkata lagi, ' Ganteng juga enggak, malah kamu ini miskin, sering minta duit ke aku.' Dari situlah pelaku tersulut emosi,” tambah Natalena.
Pertengkaran itu berakhir tragis. Pelaku kemudian menganiaya korban hingga meninggal dunia. Jenazah korban ditemukan oleh seorang teman yang khawatir karena korban tak bisa dihubungi. Saat tiba di rumah korban, pintu belakang dalam keadaan tidak terkunci. Teman korban menemukan Erni dalam kondisi mengenaskan, hanya mengenakan pakaian dalam, dengan kepala tertutup bantal dan kaki diselimuti sarung.
“Tubuh korban terdapat lebam di wajah, bahu, dan leher, serta luka di bagian kepala,” jelas Kapolres.
Natalena menyebut tindakan pelaku sangat keji dan terencana.
"Pelaku memang sangat jeli dan bengis, karena kondisi korbannya sangat mengenaskan. Setelah membunuh, pelaku mengambil barang-barang berharga seperti mobil Honda Jazz, motor PCX, dan perhiasan milik korban, kemudian berusaha jejak dari lokasi kejadian," ujarnya.
Berkat kerja cepat tim gabungan Satreskrim Polres Bungo dan Polda Jambi, kasus ini berhasil terungkap dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam.
“Pelaku sudah mempersiapkan semuanya dengan proses yang lumayan sulit, tapi alhamdulillah dalam waktu singkat kami berhasil mengungkap dan mengamankan tersangka,” pungkas AKBP Natalena.
Sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik, Polres Bungo kini telah memiliki Media Center di lantai 3 Mapolres Bungo, tempat jurnalis dan masyarakat bisa mendapatkan informasi resmi dan valid langsung dari narasumber terpercaya.
- Sumber : Polres Bungo | Kumparan | Keterangan resmi AKBP Natalena Eko Cahyono
- Editor: Ari Widodo
