Bungo Krisis Air Bersih, Tokoh Mahasiswa Ini Desak Calon Direktur PDAM Pancuran Telago Beri Solusi Konkret
BRITO.ID, BERITA BUNGO – Persoalan air bersih kembali menjadi isu utama di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Di tengah proses seleksi calon Direktur PDAM Pancuran Telago, masyarakat Bungo menyerukan desakan agar calon terpilih benar-benar mampu menyelesaikan masalah klasik: air bersih yang tidak mengalir 24 jam dan pelayanan yang tidak merata.
Krisis air bersih yang berkepanjangan telah lama menjadi keluhan utama warga, terutama pelanggan PDAM. Banyak masyarakat mengeluhkan air yang hanya mengalir di waktu-waktu tertentu, bahkan kadang tidak jelas kapan hidup dan matinya.
Suara Masyarakat: Air Adalah Hak, Bukan Layanan Sekunder
Miftahul Alwi, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bungo, menyatakan bahwa distribusi air bersih yang tidak konsisten menjadi keluhan paling sering didengar dari masyarakat.
"Air hanya hidup di jam-jam tertentu, dan itu sangat meresahkan. Air bersih itu kebutuhan pokok untuk kehidupan sehari-hari. Untuk mandi, minum, mencuci, semua perlu air," ujarnya.
Menurut Alwi, PDAM selama ini menghadapi berbagai tantangan mulai dari gangguan listrik, beban operasional tinggi, hingga minimnya peremajaan infrastruktur. Ia menekankan bahwa kehadiran direktur baru harus disertai langkah-langkah konkret dan reformasi menyeluruh dalam pelayanan air bersih.
“Bupati Bungo, Dedy Putra, telah mengambil langkah strategis dengan membuka seleksi calon direktur baru. Harapannya, direktur terpilih nanti memiliki kompetensi teknis, integritas, dan pengalaman manajerial yang kuat,” tegasnya.
Alwi juga menyarankan adanya sistem evaluasi dan pengawasan yang ketat terhadap kinerja direktur PDAM yang baru nanti.
“Keberhasilan direktur harus diukur dari apakah air hidup 24 jam atau tidak. Kalau tetap seperti sekarang, berarti belum berhasil dan perlu diganti,” tambahnya.
Tokoh Mahasiswa Muhammadiyah: Jangan Hanya Janji, Tunjukkan Aksi
Zirul Habibi, tokoh muda dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Bungo, lebih tajam menyikapi persoalan ini. Ia menilai bahwa masalah utama bukan sekadar teknis, melainkan lemahnya kepemimpinan dan manajemen PDAM selama ini.
“Air hidupnya tidak jelas. Tidak ada tantangan yang tidak bisa diselesaikan kalau manajemen dan pengelolaan anggaran dijalankan dengan benar,” ucapnya.
Ia menyayangkan lambannya penanganan oleh pejabat PDAM terdahulu, dan berharap Bupati baru bisa bersikap tegas dalam memilih pimpinan yang tepat untuk PDAM.
“Bupati sebelumnya tidak konkrit. Kita ingin lihat langkah nyata dari Bupati Dedy Putra. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban,” tambahnya.
Zirul juga menegaskan bahwa indikator keberhasilan direktur PDAM sangat sederhana: air harus tersedia 24 jam. “Kalau tidak bisa wujudkan itu, sebaiknya mundur saja sebelum rakyat bertindak. Air adalah kunci kehidupan,” tegasnya.
Rano Saputra: Rehabilitasi Total Infrastruktur Sangat Mendesak
Rano Saputra, mantan Ketua HMI Cabang Bungo, juga turut angkat bicara. Menurutnya, sering matinya air tanpa kejelasan waktu menunjukkan bahwa PDAM tidak menjalankan tugasnya dengan baik.
“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Mesin pompa dan intake belum pernah diperbarui, padahal itulah sumber utama air yang masuk ke rumah-rumah warga,” jelas Rano.
Ia mendorong calon direktur PDAM untuk segera menyusun program peremajaan mesin, peningkatan kapasitas intake, dan optimalisasi output air.
“Bupati Dedy Putra harus memilih orang yang benar-benar paham dan berani ambil keputusan besar untuk reformasi PDAM. Jangan sampai terjebak pada kepentingan kelompok,” ujarnya.
Ia juga menyinggung lemahnya sistem pengawasan di tingkat kecamatan, yang menurutnya menjadi faktor lambatnya respons terhadap kebocoran dan matinya air di beberapa titik.
“Kalau memang tidak siap menampung aspirasi masyarakat, tidak usah mencalonkan diri jadi direktur. Ini tugas berat, tapi sangat mulia kalau dijalankan dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya.
Kesimpulan
Aspirasi masyarakat Bungo sangat jelas: air bersih adalah hak dasar yang tidak bisa ditawar. Seleksi calon direktur PDAM Pancuran Telago bukan hanya soal jabatan, tetapi soal tanggung jawab besar dalam memenuhi kebutuhan pokok rakyat. Warga tidak lagi mau menerima janji-janji kosong. Mereka butuh pemimpin teknis yang bisa bekerja, melayani, dan memberikan solusi nyata.
Bupati Bungo, Dedy Putra, kini memegang kunci dalam memilih sosok yang tepat. Jika salah langkah, konsekuensinya bukan hanya kekecewaan, tapi hilangnya kepercayaan masyarakat pada pemerintah daerah.
(Ari Widodo)

Ari W